Cara Menjadi Bahagia

Bahagia. Sebuah kalimat sederhana yang menjadi impian umat manusia. Bagaimana menjadi bahagia? Sudahkah kita berbahagia? Sanggupkah aku membuatmu bahagia? *uhuy* Kekata yang kerap kali menjadi pertanyaan dalam benak.

Bahagia, depend on my opinion, adalah sebuah kata dengan subjektifitas mutlak sehingga tidak bisa didefinisikan secara global. Bahagia bagi setiap orang berbeda. Ada yang mengartikan bahagia sebagai perasaan yang didapat ketika mencapai suatu tujuan, ketika mendapat berita baik, ketika menyelesaikan suatu tugas, atau ketika bertemu seseorang, dan ribuan definisi bahagia lainnya.

Bahagia bisa menjadikan hati seseorang berbunga-bunga,wajah merona, bibir senyum sepanjang hari, bisa juga melelehkan airmata karena bahagia yang dirasa teramat sangat. Bahagia bagi beberapa orang ialah kesyukuran yang mendalam sehingga ekspresi bahagia itu hanya bisa dirasa olehnya saja, tidak tampak secara kasat mata.

So, beberapa hari lalu, seseorang bertanya kepada saya, bagaimana caranya menjadi bahagia, dan ceria?

I dont know how exactly, but i will try to answer.

Pertama, pahami arti bahagia menurut dirimu sendiri. 

Menurutku, bahagia ialah ketika kita bisa menjadi diri sendiri dan berbuat baik, bermanfaat sesuai dengan kemampuan kita.

Karenanya, agar berbahagia, kita harus menjadi diri kita sendiri, menghadirkan diri kita secara penuh dan utuh dalam keseharian kita dalam bersosialisasi bersama para manusia lain, berbuat sebaik mungkin -sehingga masa depan kita akan berterimakasih kepada kita- kemudian melengkapi kebahagiaan itu dengan kesyukuran kepada Sang Pemberi Bahagia.

Bahagia lain menurut saya adalah ketika kita melakukan perubahan. Perubahan yang saya maksud tidak melulu perubahan yang mengubah dunia. Hal-hal sederhana yang dulunya kurang baik dan diubah menjadi lebih baik, seperti menjadi pribadi yang lebih teroganisir, atau melakukan ibadah sunnah, atau mengubah cara pandang terhadap suatu masalah juga bisa membuat kita menjadi bahagia. Kadang kita sedih kan karena keruwetan pola pikir dan ketakutan terhadap hari esok. Nah, buang jauh-jauh hal itu dan just spend your day well. Tanpa rasa takut dan khawatir. InsyaAllaah kebahagiaan secara otomatis will come to you. :)

Terakhir, selain bahagia itu banyak definisinya, dia juga banyak sumbernya. Coba deh kita turunkan ekspektasi kita terhadap bahagia -jika ekspektasinya masih tinggi dan masih menganggap kalo bahagia itu susah-- Sumber bahagia bisa dari hal kecil seperti disapa dan menyapa orang di jalan pada pagi hari ketika kita berangkat kerja juga bentuk kebahagiaan lho. Apalagi punya temen-temen yang baik banget di kerjaan kita, terus pas pulang kerja ketemu orang-orang yang sayang sama kita. Kuncinya fokus sama diri kita, apa yang kita punya, dan stop ngebandingin sama orang lain. Nikmati aja.

Terakhir banget, bahagia itu kita yang putuskan. Kita punya kuasa penuh terhadap hati dan pikiran kita. Kita juga berhak menentukan, bagaimana cara kita menyikapi suatu persoalan, dan berperasaan terhadapnya. 

Terimakasih sudah membaca tulisan ngasal ini. Doakan bisa konsisten menulis ya. Sampai jumpa, semoga selalu bahagiaaaa :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riset: Pengertian, Ruang Lingkup, Tujuan, dan Manfaat bagi Peserta Didik MTs N 1 Pemalang