Postingan

Urip iku Urub

AKHIR-akhir ini, saya galau sama diri saya sendiri. Ada kehausan akan banyak hal yang ingin saya pelajari, akhir-akhir ini semakin terasa. di rumah, saya banyakin baca buku. Apa saja, kecuali novel, karena aku merasanya akan sama saja; tetap haus jika tidak keluar dari zona nyaman. Akhirnya, saya baca buku tafsir Al-Qur'an. Seringkali, saya rindu membaca kebesaran Allah yang luar biasa, serta kemaha-kasihnya yang tiada tara. Sedikit 'tercerahkan' dengan bacaan itu, sekaligus istighfar berkali-kali karena lammaaa sekali tidak mensuplai diri yang lemah ini dengan bacaan serupa itu. *** Esok harinya, saya kembali galau. Haus lagi, tapi hausnya berbeda. Seperti butuh dialiri air sedingin-dinginnya. biasanya saya buka instagram, cari quote yang saya rasa sesuai. Tapi sekali lagi, saya ingin out of the box. Ingin melakukan hal yang baru. Lalu, saya buka google, lalu menemukan 10 wejangan Sunan Kalijaga. Biasanya, quote yang saya baca berbahasa Inggris, nah ini berbahasa Jawa. ...

First Impression Challenge di Sekolah (Part 2)

............... Saya kemudian di kelas mencoba untuk menghidupkan suasana. Saya ajak mereka main-main. Ini sudah pernah saya coba waktu di kelas di kampus dulu. Saya menuliskan satu kata awal untuk membuka cerita. Anak-anak secara bergiliran meneruskan cerita kalimat demi kata secara bergiliran. Kertas diputarkan sesuai instruksi saya, dan terciptalah sebuah cerita. Anak-anak membaca ceritanya di depan kelas. Cerita yang terbentuk berbeda-beda. Ada yang lucu, aneh, bijak, dan  tidak nyambung juga ada. Tapi, kami tertawa setiap kali cerita selesai di bacakan. Dan tujuannya itu. Kemudian, saya tanyakan ibrah dari permainan ini ke anak-anak: membuat hati senang, bekerjasama dalam membuat cerita, sampai menghilangkan stress karena merusak cerita orang lain. Haha, yang terakhir jangan lho ya. Namanya anak-anak. Dan, this fun moment continues. Di akhir waktu pelajaran, saya mengajak anak-anak untuk mereview kegiatan, dan I do First Impression Challenge. And t...

First Impression Challenge di Sekolah (Part 1)

Setelah menghabiskan seminggu libur, akhirnya hari ini sudah tiba. Hari pertama masuk sekolah. Berbeda,karena saya adalah guru baru di sini. Dan kebetulan, saya langsung dapat jatah piket: menyambut murid, mengucapkan selamat pagi. Sekolah kami berada di puncak. Dan karenanya, butuh perjuangan untuk sampai ke sini. Bagai menggapai mimpi. Anak-anak mulai terlihat. Semangat? Tidak!!! Mereka terlihat lesu. Langkahnya lemas. Apalagi, letak sekolah dengan jalan yang menanjak. Tapi tetap mereka datang. Beberapa anak sepertinya berfikir siapakah orang asing itu? *aku* Beberapa anak yang lain biasa saja. Tapi tetap menatapku agak lama. Sampailah saya masuk kelas. Saya ingat kata dosen saya, Pak Joko (Alm) kalau beliau sangat suka mengajar anak SMP, terutama kelas tujuh. Karakter anak-anak yang belum hilang dan rasa tidak mau mereka dibilang anak kecil selalu menarik untuk dihadapi. And.. I face it now!!! Suara kalah keras, badan kalah tinggi. Duh. Pertama masuk, keas...